Faktor Resiko TBC Paru

faktor resiko tbc paru,- TBC paru ialah penyakit yang menular yang disebabkan oleh infeksi dari sebuah bakteri yang dinamakan Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit tbc paru ini menyerang pada bagian tubuh yang banyak mengandung oksigen seperti paru-paru. Sebab itulah penyakit tbc paru ditandai dengan batuk parah yang terjadi dalam waktu yang lama. Tidak Cuma batuk parah, gejala penyakit tbc paru yang lain ialah batuk mengeluarkan darah, dada terasa sakit, terasa sesak pada saat bernafas, berkeringat pada malam hari padahal tak ada aktivitas, suhu tubuh meningkat, nafsu makan hilang & berat badan menurun.

Faktor Resiko TBC Paru

1.Usia

Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di new York pada panti penampungan orang-orang gelandangan menunjukan bahwa kemungkinan mendapat infeksi tuberkulosis aktif meningkat secara bermakna sesuai dengan usia. Tbc paru biasanya mengenai usaia dewasa muda. Di indonesia diperkirakan 75% penderita TBC paru ialah kelompok umur produktif yakni 15-50 tahun.

2.Jenis kelamin

TBC paru lebih banyak terjadi pada pria di bandingkan dengan wanita sebab pria sebahagian besar memiliki kebiasaan merokok maka memudahkan terjangkitnya tbc paru di mana kebiasaan merokok meningkatkan resiko untuk terkena tbc paru sebanyak 2,2 kali.

3.Faktor gizi

Kebanyakan penderita tbc paru dalam keadaan malnutrisi bersama berat badan 30-50 kg atau indeks masa tubuh kurang dari 18,5 pada orang dewasa. Sementara berat badan yang lebih kecil 85% dari berat badan ideal kemungkinan mendapat tbc ialah 14 kali lebih besar di bandingkan dengan berat badan normal. Ini yang jadi pemikiran bahwa malnutrisi atau penurunan berat tubuh sudah jadi faktor penting peningkatan resiko TBC paru jadi aktif.

Pola makan orang indonesia yang hampir 70% karbohidrat dan cuma 10% protein yang terhadap penyakit kronis selalui disertai dengan tak selera makan, tak mau makan, tak dapat mampu membeli makanan yang memiliki kandungan gizi baik (kurang protein) , maka penderita ini mempunya status gizi buruk.

4.Penyakit penyerta

Penyakit seperti diabetes mellitus & infeksi HIV yaitu salah satu faktor resiko yang tak berketergantungan untuk berkembangnya infeksi saluran napas bagian bawah. Prevalensi tbc paru pada diabetes melitus meningkat 20 kali dibanding non diabetes mellitus & aktivitas kuman tuberkulosis meningkat 3 kali terhadap diabetes melitus berat dibanding diabetes ringan.

Penderita tbc paru menular (dengan sputum BTA positif) yang juga mengidap HIV yakni penularan kuman tuberkulosis tertinggi. Tuberkulosis diketahui ialah infeksi oportunistik yang paling sering ditemukan pada pasien dengan reaksi seropositif. Bila seseorang dengan seropositif tertular kuman ini maka lantaran kekebalannya rendah, besar sekali kemungkinannya akan langsung menderita tbc paru. Hal ini berbeda sekali dengan orang yang normal atau mereka dengan seronegatif, lantaran kuman ini yang masuk akan dihambat oleh reaksi imunitas yang ada dalam tubuhnya. Disamping itu penyakit tbc paru pada mereka dengan seropositif cepat berkembang kearah perburukan.

5.Kepadatan hunian & keadaan rumah

Kepadatan penghuni ialah sebuah proses penularan penyakit. Makin padaat sehingga perpindahan penyakit, khususnya penyakit menular lewat udara akan makin mudah & cepat, terlebih terdapat anggota keluarga yang menderita tbc dengan BTA positif. Kepadatan hunia ditempat tinggal penderita TBC paru paling banyak ialah tingkat kepadatan rendah. Suhu didalam ruangan erat kaitannya dengan kepadatan hunia & ventilasi rumah. Keadaan kepadatan hunia perumahan atau tempat tinggal yang lain seperti penginapan, panti-panti tempat penampungan akan besar pengaruhnya terhadap resiko penularan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *